Penanganan yang juga perlu dikebut adalah titik di jalan Pantura, tepatnya di depan Polytron. Di sana debit air cukup tinggi dan menutup jalan raya. Titik tersebut pada 2022 lalu sudah ditinggikan oleh Kementerian PU tetapi dalam waktu dekat sudah turun lagi.
“Di sana ada beberapa sodetan sungai. Di Polytron kemarin tahun 2022 kemarin sudah ditinggikan. Tapi ditinggikan mengko mudun meneh. Tinggikan lagi, mudun meneh,” ujar Luthfi.
Salah satu jalan untuk menanggulangi hal itu adalah tanggul laut tetapi masih butuh waktu panjang. Oleh karena itu, Ahmad Luthfi menyiapkan langkah jangka pendek dan menengah dengan melakukan normalisasi sungai pelayaran yang ada di dekat titik tersebut.
“Normalisasi ini sudah kita bahas. Kita harus kebut. Ini dari tiga tahun lalu sudah kayak gini,” jelasnya.
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menambahkan, upaya yang dilakukan Pemprov Jateng dalam waktu dekat adalah memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir dan rob. Salah satunya terkait kebutuhan air bersih.
“Tambahan ya, nanti untuk masyarakat di wilayah Sayung yang terdampak kan mereka butuh air bersih. Nanti desalinasi kita siapkan di situ. Sebagian untuk rumah apung juga sudah mulai kita bahas, kita siapkan untuk masyarakat situ,” katanya. **