BREBES, smpantura – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak bencana tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Rabu (18/2/2026).
Pengungsian dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawwir, Dukuh Limbangan, Desa Sridadi. Total ada 37 Kepala Keluarga atau 65 jiwa yang mengungsi di pesantren tersebut. Dalam kunjungan tersebut, gubernur yang disambut Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, berdialog dengan warga sekaligus menyerahkan bantuan.
Bencana tanah gerak yang terjadi sejak 30 Januari 2026 berdampak cukup luas. Tercatat sebanyak 143 unit rumah terdampak dengan total 175 kepala keluarga atau 532 jiwa.
Selain merusak rumah warga, bencana juga menyebabkan jalan desa amblas sepanjang kurang lebih 700 meter. Kerusakan turut terjadi pada sejumlah fasilitas umum, yakni Masjid Masroatul Khasanah, Mushola Al Ikhlas, PAUD Bina Suhada, serta TPQ Masroatul Khasanah.
Dalam dialog bersama warga, Ahmad Luthfi meminta masyarakat tidak kembali ke rumah karena kondisi tanah masih berpotensi bergerak dan membahayakan.
“Jangan kembali ke rumah. Biar nanti pemerintah yang urus,” kata Luthfi.
Ia menegaskan pemerintah telah menyiapkan fasilitas pendukung di lokasi pengungsian, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga dapur umum.
Selain berdialog dengan warga, gubernur juga meninjau posko kesehatan dan dapur umum guna memastikan distribusi logistik berjalan lancar dan kebutuhan para pengungsi tercukupi.
Usai dari lokasi pengungsian, Ahmad Luthfi menggelar rapat penanganan bencana bersama dinas terkait di tingkat kabupaten dan provinsi untuk mempercepat langkah penanganan serta merumuskan solusi jangka panjang bagi warga terdampak. (**)


