Gubernur Jateng Perintahkan Tanggap Bencana Longsor Ungaran Timur Tuntas dalam Sepekan

 

 

Ia menekankan, penanganan bencana tidak boleh diwarnai saling menyalahkan. Gotong royong, kata dia, adalah kunci percepatan pemulihan.

“Bentuk hadirnya negara adalah bagaimana komponen masyarakat bersama-sama menyelesaikan persoalan. Tidak boleh ada yang saling menyalahkan. Ini problem solving bersama,” ujarnya.

Selain penanganan darurat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memperkuat mitigasi. Koordinasi dilakukan hingga ke tingkat kabupaten/kota, termasuk dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait modifikasi cuaca.

Mitigasi mencakup pemetaan wilayah rawan longsor, tanah bergerak, banjir, hingga rob. Ahmad Luthfi menegaskan, setiap daerah memiliki karakteristik berbeda sehingga pendekatan penanganannya pun harus spesifik dan cepat.

Terkait respons tanggap darurat, ia memastikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng bergerak otomatis begitu bencana terjadi, tanpa menunggu instruksi berulang.

BACA JUGA :  Taj Yasin Tegaskan Ngopeni Nglakoni Harus Dirasakan Masyarakat

“Begitu ada tanggap bencana, OPD provinsi langsung turun sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ini soal kerja tim dan kolaborasi. Tidak usah disuruh,” katanya.

Dalam penanganan longsor di Delta Asri, sejumlah bantuan telah disalurkan. Pemerintah Kabupaten Semarang mengerahkan crane untuk menurunkan karung pasir serta mengangkat beton jembatan yang roboh. Sementara Pemprov Jateng menyalurkan bantuan berupa bibit pohon untuk rehabilitasi lahan, 100 sepatu boots bagi relawan, 100 paket sembako dari Baznas untuk warga terdampak, 200 Al Quran, bantuan beras senilai Rp 2,7 juta, serta logistik lain senilai Rp 6,28 juta.

Langkah cepat tersebut diharapkan mampu memulihkan konektivitas warga sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. (**)