Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Rp 236 Juta Bagi Pengungsi Banjir Demak

DEMAK, smpantura – Ribuan warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang masih bertahan di posko pengungsian, Sabtu (4/4/2026). Di tengah kondisi serba terbatas, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp 236,98 juta dan menegaskan penanganan banjir harus dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Suasana pengungsian di Kantor Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, masih dipenuhi warga yang mengungsi dengan barang seadanya. Perempuan, anak-anak, hingga lansia menempati ruang utama gedung, sebagian beristirahat di atas alas darurat, sementara lainnya bertahan di teras sambil menunggu kondisi rumah mereka membaik.

Banjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang ini berdampak pada delapan desa di empat kecamatan, yakni Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Jumlah pengungsi tercatat mencapai 2.839 jiwa.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi dan Menperin Resmikan Ekspor Mainan Senilai Rp 23,5 Miliar ke AS

Salah satu warga terdampak, Musri’ah (63), mengaku air datang secara tiba-tiba dengan arus deras saat tanggul tak lagi mampu menahan debit air.

“Kejadiannya sekitar jam 10 atau 11 siang. Tiba-tiba air mengalir deras sekali dari tanggul, lama-lama jebol. Awalnya cuma setinggi betis,” ujarnya.

Ia menambahkan, tanda-tanda kerusakan tanggul sebenarnya sudah terlihat sebelumnya. Warga bahkan berencana melakukan kerja bakti usai salat Jumat untuk memperbaiki bagian yang tergerus.

“Sudah kelihatan tanahnya terkikis air. Rencananya mau kerja bakti, tapi belum sempat, tanggul sudah keburu jebol,” katanya.

Kondisi semakin memburuk menjelang sore. Debit air terus meningkat hingga mencapai setinggi dada orang dewasa, memaksa warga dievakuasi menggunakan perahu.