Untuk meredam gejolak harga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintensifkan subsidi dan operasi pasar. Hingga awal Maret 2026, Gerakan Pangan Murah (GPM) telah digelar 309 kali di berbagai daerah. Selain itu, subsidi cabai sebanyak tiga ton disalurkan ke 15 kabupaten dengan lonjakan harga tertinggi.
Di lapangan, pedagang mengakui kenaikan harga cabai cukup terasa. Nur, pedagang sayur, menyebut, harga cabai rawit merah kini berkisar Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram.
“Kalau Ramadan pembelian biasanya berkurang, apalagi kalau harga naik. Bawang merah dan bawang putih stabil tinggi, tapi yang mahal cabai rawit setan,” katanya.
Sementara itu, Bagong, pedagang daging sapi, mengatakan, harga masih stabil di kisaran Rp 110 ribu per kilogram. Namun, ia mengantisipasi kenaikan mendekati Lebaran.
“Biasanya bisa naik Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram,” ujarnya.
Pedagang sembako lainnya, Santi, menyebut harga telur sempat naik dari Rp 28 ribu menjadi Rp 31 ribu per kilogram, sebelum kembali stabil.
“Harapannya menjelang Lebaran jangan naik tinggi-tinggi, supaya jumlah pembeli tidak turun,” katanya.
Pemerintah daerah memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga puncak arus mudik dan Lebaran, guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan distribusi pangan tetap lancar. (**)


