Brebes  

Harga Cabai di Brebes Njomplang, Di Petani Rp 9.000/ Kg Di Pasar Masih Rp 40.000/ Kg

BREBES, smpantura – Harga cabai merah besar setelah Lebaran di Kabupaten Brebes mengalami perbedaan tajam antara di petani dan di pasar tradisional. Di tingkat petani harga cabai merah besar ini justri anjlok hingga Rp 9.000/ kg. Sedangkan harga di pasar tradisional masih tinggi di angka Rp 40.000/ kg. Kondisi itu membuat para petani cabai kebingungan karena terjadi selisih harga yang sangat tajam.

Salah seorang petani cabai merah di Kecamatan Tanjung, Edi (40) menuturkan, setelah Lebaran memanen cabai merah sekali. Hasilnya kemudian langsung di jual ke Pasar Bawang Sengon, Kecamatan Tanjung. Namun cabai merah hasil panennya hanya laku Rp 8.000/ kg.

“Saya kemarin (Minggu-red) panen cabai merah besar. Hasilnya langsung saya jual ke Pasar Bawang Sengon. Tapi harganya anjlok. Hasil panen saya hanya di hargai Rp 8.000/ kg. Padahal pada H-5 Lebaran, harga cabai hasil panen saya ini laku Rp 30.000/ kg,” tuturnya, Senin (30/3).

BACA JUGA :  Beraksi di 12 TKP, Dua Residivis Curanmor Diringkus

Sebelum Lebaran, ungkap dia, memang harga cabai merah terus merangkak naik. Awal panen, harga cabai Rp 15.000/ kg. Kemudian, terus naik hingga di atas Rp 30.000/ kg. Namun, untuk saat ini harganya turun tajam.

“Gimana saya tidak kaget. Harga yang semula Rp 30.000/ kg, sekarang menjadi Rp 8.000/ kg. Padahal harga di pasar masih Rp 40.000/ kg,” tandasnya.

Kepala Pasar Sengon Muhammad Aminarjo mengatakan, setelah libur Lebaran harga cabai merah di Pasar Bawang Sengon memang mengalami penurunan di banding sebelum lebaran. Sebelum lebaran harga cabai merah tembus Rp 30.000 – Rp 35.000/ kg. Namun, saat ini harganya turun di kisaran Rp 9.000 – Rp 10.000/ kg.

“Untuk hari ini (kemarin-red), harga cabai merah jenis Tit dan TW di kisarkan Rp 9.000 / kg. Bahkan, beberapa hari lalu sempat menyentuh harga Rp 6.000/ kg,” terangnya.