Slawi  

IDI dan IIDI Kabupaten Tegal Santuni 185 Difabilitas dan Bagikan Kursi Roda

SANTUNAN : Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman didampingi Ketua Ikatan Dokter Indonesia dr Sofwan Arifi menyerahkan bantuan kursi roda dan santunan kepada penyandang difabilitas di Lasnur Cinvention Hall, Slawi, Minggu (15/3/2026)

SLAWI, smpantura – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kabupaten Tegal membuktikan bahwa pengabdian profesi medis tidak hanya terbatas di ruang periksa.

Bertempat di Lasnur Convention Hall Slawi, pada Minggu (15/3/2026) IDI dan IIDI menggelar acara Buka Puasa Bersama sekaligus penyaluran santunan bagi 185 penyandang difabilitas, mulai dari tuna rungu wicara, Cerebral Palsy (CP), hingga tuna daksa.

Ketua IDI Kabupaten Tegal, dr. Sofwan Arifi, menyampaikan kegiatan santunan bagi penyandang disabilitas baru pertama kali dilakukan.

Selain santunan kepada difabilitas, pada bulan Ramadan tahun ini, IDI dan IIDI juga telah melakukan kegiatan sosial berupa pemberian santunan anak yatim yang dilaksanakan bersamaan donor darah di Masjid Imam Syafii Slawi bersama Yayasan Ulin Nuha (4/3/2026), Gedung Dakwah Muhammadiyah (8/3/2026) dan Gedung MWC NU Yamnsari Kecamatan Lebaksiu (13/3/2026).

BACA JUGA :  Pantau Pasar Tradisional, Satgas Pangan Polres Tegal Pastikan Stok Pangan Tercukupi Selama Ramadan

“Dokter tidak hanya memberikan layanan di fasilitas kesehatan (faskes). Kami hadir dalam kegiatan sosial karena pengabdian dokter adalah pengabdian kemanusiaan. Saat kita bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan, sesungguhnya kita sedang menumbuhkan harapan dan memperkuat rasa kepedulian sosial,” ujar dr. Sofwan.

Dalam kesempatan ini, IDI menyerahkan bantuan alat bantu berupa kursi roda. Dokter Sofwan menyebutkan bahwa kebutuhan alat bantu di Kabupaten Tegal masih sangat besar, dengan setidaknya 350 orang masih menanti bantuan kursi roda.

Kebahagiaan terpancar dari wajah Edi Sumanto (50), warga Jalan Wader, Desa Kalisapu. Edi, yang kaki kanannya harus diamputasi akibat kecelakaan kerja saat membangun jembatan tahun 1997, kini mendapatkan kursi roda baru.