Selama dua tahun terakhir, ia kesulitan beraktivitas karena kursi roda lamanya rusak.
“Alhamdulillah hari ini dapat bantuan kursi roda,” tuturnya.
Edi menuturkan, ia datang sendirian ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor roda tiga.
“Sepeda motor ini membantu saya aktivitas sehari- hari,” ungkap Edi yang memiliki keahlian membuat peralatan mebelair.
Meski kini masih menganggur karena keterbatasan modal, bantuan ini menjadi suntikan semangat baginya untuk kembali mandiri.
Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, yang hadir langsung mengapresiasi langkah konkret IDI. Ia menegaskan bahwa pemberian santunan dan kursi roda inilah yang menarik hatinya untuk hadir di tengah-tengah para dokter.
“Ini membuktikan profesi dokter bukan hanya soal keilmuan medis, tapi juga tentang kemanusiaan. Pemkab Tegal. Saya sangat mengapresiasi hal ini,” tutur Bupati Ischak.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Bupati mengungkapkan pada tahun 2027, Pemkab Tegal menganggarkan Rp500 juta khusus untuk bantuan kaum difabel. Selain itu, ia memaparkan target pembangunan RS di wilayah Selatan (daerah Klonengan) pada tahun 2030 agar layanan kesehatan semakin merata.
Dalam kegiatan ini, panitia menyerahkan bingkisan dan santunan uang kepada penyandang difabilitas.
Dokter Sofwan secara khusus mengucapkan terima kasih kepada para donatur, di antaranya Bapak Farhan, Laboratorium Klinik Prodia, Pramita, Citraland, serta dukungan penuh dari Bupati Tegal dan donatur lainnya.
Hadir pula dalam acara tersebut Ketua IIDI Azizah Jaenudin dan anggota IIDI Kabupaten Tegal, dr. Djalil, dr. Bahaudin, serta jajaran direktur rumah sakit lainnya yang turut mempererat kebersamaan di bulan Ramadan ini. (**)


