SLAWI, smpantura – Perayaan Imlek 2577/ 2026 di Kabupaten Tegal berlangsung dari 10 Februari hingga 4 Maret, dengan berbagai kegiatan yang sarat makna. Di mulai dengan sembahyang Song Shen (kongco naik) dan pertunjukan liong dan barongsai. Lalu di lanjutkan dengan bersih kelenteng dan altar pada 15 Februari dan sembahyang malam Imlek pada 16 Februari.
Ketua Yayasan Adhi Dharma Slawi Kelenteng Hok Ie Kiong, Indra Kurniawan menuturkan, tahun ini, perayaan Imlek di Kelenteng Hok Ie Kiong Slawi akan lebih sederhana karena bertepatan dengan bulan Ramadan.
Tak seperti tahun sebelumnya, gotong Toa Pe Kong hanya akan di lakukan di halaman kelenteng, mulai pukul 20.00 sampai dengan 23.00 dengan 1-2 tandu toa pekong. Selain mengarak dewa tuan rumah, Hok Tek Ceng Sin juga dewa pendamping yang di tentukan oleh bagian peribadatan.
“Kalau sebelumnya kita keluar melakukan ritual gotong toa pekong pojok 4, keluar ke jalan ke sisi Utara, Selatan, Timur dan Barat. Tahun ini gotong toa pekong hanya di halaman kelenteng,” sebutnya, Selasa, 17 Februari 2026.
Di tahun kuda api ini, Indra berharap Kabupaten Tega pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, dapat terhindar dari bahaya, bencana. Dan ke depan perekonomian membaik dan tidak ada lagi bencana yang membahayakan masyarakat.
Sebagai solidaritas kepada warga Kabupaten Tegal yang terdampak bencana, pihaknya juga akan menggalang donasi.
“Di perayaan Imlek ini, setidaknya kami memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana alam,” sebutnya.
Rangkaian
Sementara itu, perayaan Imlek di manfaatkan warga Tionghoa untuk berkunjung ke kerabatnya.


