Jalan Semarang–Godong Ditarget Pulih H-7 Usai Tanggul Ditutup

“Mudah-mudahan dalam dua minggu ini selesai. Jadi sebelum Lebaran sudah bisa kita buka untuk lalu lintas dari Purwodadi menuju Semarang maupun sebaliknya,” ujarnya.

Menurut Henggar, awalnya penanganan ruas putus di rencanakan menggunakan jembatan darurat armco. Material bahkan telah tiba di lokasi. Namun setelah evaluasi teknis, di temukan pergeseran konstruksi pada badan jalan lain di sekitar titik jebol. Lalu di putuskan membongkar dan membangun ulang secara permanen dengan pengecoran beton bertulang.

“Total ada sekitar 60 meter badan jalan yang di nyatakan hilang. Armco tidak jadi di pasang, dan kita lakukan penanganan permanen agar lebih kuat dan tahan lama,” jelasnya.

Sebagaimana di ketahui, jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding menyebabkan luapan air yang merendam kawasan sekitar dan memutus total akses utama Semarang–Godong. Jalur tersebut merupakan salah satu urat nadi distribusi logistik dan mobilitas warga di wilayah timur Jawa Tengah.

BACA JUGA :  Pemprov Jateng Kucurkan Dana Rp1 Miliar kepada Penghafal Al-Qur’an

Dalam kunjungan sebelumnya, Ahmad Luthfi telah meminta Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali-Juana untuk mempercepat penutupan tanggul. Ia juga mengusulkan percepatan normalisasi Sungai Tuntang guna mencegah kejadian serupa terulang, terutama menjelang musim mudik dan potensi cuaca ekstrem.

Percepatan pemulihan jalan ini diharapkan tak hanya menjamin kelancaran arus mudik Lebaran 2026, tetapi juga memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat yang sempat terganggu akibat terputusnya jalur strategis tersebut. (**)