Keunggulannya, berupa kemandirian sumber daya yaitu memanen air langsung dari udara yang sudah di lengkapi fitur kecerdasan buatan dan IoT (Internet of Things).
“Insyaallah kesehatannya terjamin karena sudah di periksa oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang,” jelasnya.
Ditemui usai acara, Pulung mengatakan riset yang di ciptakan Udinus diharapkan tidak hanya berhenti di kampus. Namun, bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat.
Melalui hibah yang diserahkan kepada Pemprov Jateng, dia berharap riset tersebut bisa dimannfaatkan untuk masyarakat sekitar.
“Kami percaya bahwa pemerintah provinsi Jateng bisa memanfaatkan hasil riset kami secara maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, ketersediaan air minum saat ini menjadi tantangan bagi pemerintah. Terutama daerah yang kesulitan air bersih pada saat terjadi musim kemarau.
Pihaknya juga tengah mengupayakan hak paten untuk ToyaKU. Namun demikian, air yang dihasilkan dari ToyaKU sudah memiliki sertifikasi layak minum dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Adapun kemampuan ToyaKU memproduksi air, sebesar 8 liter dalam kurun waktu 12 jam.
Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah, Laksono Dewanto memberikan apresiasi terhadap hibah ToyaKU dari Udinus untuk Perovinsi Jawa Tengah. Terobosan tersebut serupa dengan dispenser yang menyerap oksigen untuk diolah menjadi air layak minum.
Alat hibah dari Udinus ini, kata Laksono, akan ditempatkan di public space Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“ToyaKU ini akan kami tempatkan di public space, di co-working space kami. Di situ ada Rumah Rakyat. Harapannya seluruh tamu yang berdatangan di kantor gubernur bisa menikmati dan memanfaatkan ToyoaKU,” pungkasnya. (**)


