“Prestasi itu tidak ujug-ujug datang. Semua melalui proses latihan yang panjang hingga akhirnya bisa meraih medali emas, perak, maupun perunggu,” ujarnya.
Ahmad Luthfi menegaskan, atlet-atlet Jawa Tengah merupakan duta daerah yang membawa nama baik provinsi di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, ia mendorong para atlet untuk terus meningkatkan prestasi.
“Ke depan atlet Jawa Tengah adalah duta yang bisa berbicara tentang provinsi ini. Sanggup kita tingkatkan prestasinya?” ujar Ahmad Luthfi menyemangati para atlet dan pelatih yang hadir.
Menurutnya, penguatan sektor olahraga menjadi bagian dari upaya pembangunan daerah. Pemprov Jateng juga terus melakukan pembinaan atlet sejak usia dini, salah satunya melalui Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) yang dipusatkan di kawasan GOR Jatidiri Semarang.
“Ini menjadi kebanggaan kita untuk mendidik atlet sejak dini, sehingga outputnya bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan Jawa Tengah,” katanya.
Salah satu penerima tali asih, Safira Dwi Meilani, mengaku bangga atas perhatian yang diberikan oleh Pemprov Jateng kepada para atlet. Safira adalah atlet peraih medali emas cabang olahraga pencak silat pada Sea Games 2025 Thailand.
“Bangga dan berterima kasih. Ini kesekian kalinya saya mendapat penghargaan dari Pemprov Jateng. Semoga ini bisa memacu atlet untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Safira juga mengapresiasi pola pembinaan yang dilakukan Pemprov Jateng, termasuk program pemusatan latihan daerah (pelatda) yang dinilai membantu perkembangan atlet hingga level nasional.
“Ke depan mungkin bisa memberikan fasilitas yang lebih baik lagi, apalagi akan ada PON,” kata atlet asal Kudus tersebut.


