Jateng Lampaui Target, 333 Gerakan Pangan Murah Digelar Dua Bulan

Dyah menambahkan, keberhasilan program GPM di Jawa Tengah tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Sejauh ini GPM yang dilakukan di Provinsi Jawa Tengah sudah berjalan baik. Ini semua berkat dukungan Pak Gubernur serta Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah dan TPID Jawa Tengah,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi pelaksanaan program tersebut sebagai langkah konkret pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Saya sebagai gubernur mengapresiasi kegiatan Gerakan Pangan Murah. Ini menjadi model agar keterjangkauan harga bisa dijangkau oleh masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi saat membuka kegiatan tersebut.

Menurutnya, secara umum harga bahan pokok penting di Jawa Tengah relatif stabil. Namun, kenaikan harga masih terjadi pada komoditas cabai. Ia menyebutkan, harga cabai di tingkat konsumen saat ini mencapai sekitar Rp 81.000 per kilogram, atau sekitar 42,2 persen lebih tinggi dari Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang berada di angka Rp 57.000 per kilogram.

BACA JUGA :  227 Objek Wisata Jadi Fokus Pengamanan Nataru Polda Jateng

“Saya kemarin ke pasar wilayah Sragen, di sana cabainya sudah mendekati Rp 100.000 per kilogram, padahal Jawa Tengah banyak daerah penghasil cabai,” katanya.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sejumlah warga yang berbelanja mengaku mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan di pasar.

“Belanja sayur, minyak, sama beras. Harganya miring. Minyakita biasanya Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu, di sini dapat Rp 15.500. Beras premium biasanya Rp 16 ribu per kilogram, di sini Rp 62.500 per 5 kilogram,” ujar Eni, warga Semarang Barat.