Jateng Sambut 17,7 Juta Pemudik, Pastikan Kondisi Jalan Aman Dilalui

SEMARANG, smpantura – Arus mudik Lebaran 2026 menuju Jawa Tengah diperkirakan meningkat signifikan. Pemerintah memproyeksikan sekitar 17,7 juta orang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah, atau naik hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu pusat utama pergerakan pemudik secara nasional.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan, peningkatan jumlah pemudik itu menuntut kesiapan maksimal dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga berbagai instansi terkait lainnya.

“Prediksi tahun ini yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Tahun lalu sekitar 15 juta, sehingga ada kenaikan cukup signifikan. Dengan jumlah sebesar itu tentu semua pihak harus siap karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” ujar Ahmad Luthfi, di Semarang, Kamis, 5 Maret 2026.

BACA JUGA :  KEK Kendal Buktikan Dampak Nyata, Ekonomi Tumbuh dan Kemiskinan Menurun di Jateng

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk posko terpadu yang melibatkan organisasi perangkat daerah, kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Posko tersebut akan beroperasi selama 24 jam mulai H-8 hingga H+7 Lebaran guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik.

Selain pengamanan lalu lintas, pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur jalan provinsi. Perbaikan ruas jalan, termasuk penanganan lubang di sejumlah titik, dikebut dan ditargetkan rampung sebelum H-7 Lebaran.

Beberapa kawasan rawan kepadatan, seperti Kaligawe di Kota Semarang, juga disiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi potensi penumpukan kendaraan. Ahmad Luthfi menyebutkan, secara umum kondisi jalan provinsi di Jawa Tengah berada dalam kondisi baik dengan tingkat kemantapan lebih dari 94 persen.