Pihaknya menegaskan, kegiatan latihan dan simulasi yang dilakukan, bertujuan menyamakan persepsi, serta memperkuat koordinasi lintas instansi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Agar aksi buruh yang terjadi, dapat berlangsung aman, lancar dan terkendali.
”Dalam rangka kesiapsiagaan dan mitigasi, Kami menyamakan persepsi antara Polres Tegal Kota dan stakeholder. Salah satu ujuannya, agar setiap kegiatan masyarakat dapat dilayani dengan pola yang sama dan terkoordinasi dengan baik,” ucap Kapolres Tegal Kota, didampingi Kabag Ops Kompol Nur Cholis.
Sinergi yang solid antarpetugas di lapangan, kata dia, menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif, terutama saat kegiatan masyarakat melibatkan massa dalam jumlah besar. Karena itulah pelatihan dan simulasi yang dilakukan itu, juga menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi momentum Hari Buruh Internasional (May Day), maupun agenda masyarakat lainnya.
”Pada intinya, latihan dan simulasi yang kami lakukan ini, untuk memastikan seluruh personel memahami peran dan langkah yang harus dilakukan di lapangan. Jangan sampai terjadi pelanggaran-pelanggaran yang dapat merugikan personelnya dan warga lainnya,” terang dia.
Berkait potensi kerawanan, Kapolres Tegal Kota mengungkapkan, kondisi wilayah Kota Tegal hingga saat sekarang masih relatif aman, dan tidak terdapat titik rawan yang signifikan. Hal itu didukung oleh mekanisme pemberitahuan kegiatan masyarakat yang berjalan baik. (**)


