Menurut Ibnu, tanpa langkah konkret, risiko banjir akan terus membayangi warga setiap musim hujan. “Sedimentasi Sungai sangat tinggi. Kalau tidak di keruk dan di buang, banjir akan selalu mengancam Desa Penggarutan dan Adisana,” ujarnya.
Musrenbang Kecamatan Bumiayu di ikuti delegasi dari 15 desa yang di pimpin masing-masing kepala desa. Dalam forum tersebut, tercatat 61 usulan pembangunan dari seluruh desa dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp 66.785.000.000. Dari 61 usulan tersebut, akan di ambil 15 usulan prioritas yang akan di bawa ke musrenbang kabupaten.
Sebagian besar usulan merupakan pembangunan fisik infrastruktur, termasuk penanganan banjir. Khususnya di desa-desa terdampak seperti Penggarutan dan Adisana melalui pembangunan tanggul pengaman banjir.
Selain itu, usulan lain juga menyasar perbaikan jalan, jembatan, bendung dan irigasi pertanian yang di nilai mendesak untuk menunjang aktivitas dan mobilitas warga. (**)


