Tegal  

Kawasan Pecinan Tegal Ada Sejak Abad ke-18

Sejumlah bangunan bernuansa Cina masih melekat di Kawasan Pecinan, Jalan Veteran, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, yang banyak beralih fungsi menjadi pertokoan untuk kawasan niaga dan industri rumahan.

“Papan prasastinya sejak 1837 masih ada, itu menjelaskan perubahan dari nama kelenteng yang semula Kelenteng Cin Jin Bio menjadi Kelenteng Tek Hay Kiong,” jelasnya.

Rohaniawan Kelenteng Tek Hay Kiong Tegal, Chen Li Wei Dao Chang, membakar kertas Hu (Jimat-red) saat ritual pemasangan bendera lima warna yang melambangkan mengundang para dewa dari penjuru utara, timur, barat, selatan dan tengah, menjelang Perayaan Tahun Baru Imlek.

Lebih lanjut Dao Chang menjelaskan, rumah Kapitein Tan Koen Hway, berada di Kampung Paweden, Jalan Veteran, Kecamatan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur. Di sekitar kampung tersebut juga berdiri rumah-rumah para pegawai kapitein, yang seiring berjalannya waktu banyak disinggahi masyarakat umum.

Sementara itu, Kawasan Pecinan Tegal sendiri, pada masanya dianggap berada di dua wilayah Kecamatan Tegal Barat dan Tegal Timur. Lebih tepatnya di sekitar Jalan Veteran, Jalan DI Panjaitan, Jalan MT Haryono, hingga kawasan Kantor Pos.

BACA JUGA :  Kompetisi Sepak Bola Divisi Satu Akan Bergulir
Masyarakat keturunan Tionghoa di Jalan Udang, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, masih mempertahankan atap pelana kuda berbentuk segi empat yang menyimbolkan keabadian.

“Tradisi leluhur yang masih dilakukan di rumah-rumah masyarakat di kawasan pecinan semakin memudar. Hanya saja, mereka melakukannya terpusat di Kelenteng Tek Hay Kiong. Adapun tradisi itu yakni membakar wewangian dari kayu gaharu menjelang Imlek,” imbuh Dao Chang.

Pada umumnya, setiap pencinan memiliki bangunan Kong Kwan atau kantor para opsir. Namun, ini tidak berlaku di Tegal dan menjadi keunikan sendiri. Sebab, di Tegal hanya tersedia bangunan seperti klub house, tidak seperti Kong Kwan yang berada di Batavia maupun Semarang.

error: