Tegal  

Kawasan Pecinan Tegal Ada Sejak Abad ke-18

Sejumlah bangunan bernuansa Cina masih melekat di Kawasan Pecinan, Jalan Veteran, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, yang banyak beralih fungsi menjadi pertokoan untuk kawasan niaga dan industri rumahan.

Bukti adanya perkampungan Cina di Kota Tegal, yang membentang di wilayah Jalan Veteran sampai ke Jalan Teri dan menyimpang di Kampung Paweden, adalah keberadaan Chinese Camp Street atau salah satu kampung yang menjadi kebijakan pemerintah kolonial tahun 1864 dengan adanya Kebijakan Wijkenstelsel.

“Jadi kampung-kampung di wilayah Jawa, setelah Perang Diponegoro, sudah mulai dijadikan kampung-kampung yang didasarkan pada etnis. Tujuannya agar etnis mudah untuk diawasi,” terang Sejarawan Pantura, Wijanarto.

Lebih lanjut Sejarawan asal Kabupaten Brebes ini menjelaskan, Kampung Pecinan di Kota Bahari, juga dibuktikan dengan keberadaan kelenteng di abad ke-18.Tumbuhnya Kampung Cina di Kota Tegal, menciptakan satu persinggungan dan keterpengaruhan terhadap masyarakat Cina di wilayah Tegal.

Bagian terpenting adanya Kampung Pecinan berdasarkan arsip foto lama yakni adanya foto bangunan kelenteng, bangunan-bangunan pecinan (perempatan lampu merah gantung Jalan Ahmad Yani saat ini) hingga Benteng (disebut orang Tegal) di sekitar Jalan MT Haryono atau sebelum Pasar Sore.

BACA JUGA :  Alhamdulillah, Jamaah Calon Haji dari Tegal Sudah Menunaikan Umrah Wajib

Menurutnya, tidak dipungkiri setelah adanya Kampung Pecinan, terjadi strukturisasi wilayah Pecinan dan Dewan Pecinan (Kong Kwan) yang beberapa waktu lalu sempat digunakan untuk SMP Negeri 5 Kota Tegal.

“Selain temuan Dewan Kong Kwan, pada awal abad ke-20 menjelang akhir abad ke-19, masyarakat di wilayah Pecinan Tegal itu juga membuat sekolah yang bernama Tiong Hoa Hwee Koan (THHK). Kawasan THHK sekarang ini menjadi kompleks SMA Negeri 4 dan SMK YPT. Dari situ, banyak menghasilkan elit-elit peranakan Tionghoa yang terpelajar,” ucapnya.

error: