Tegal  

Kawasan Pecinan Tegal Ada Sejak Abad ke-18

Sejumlah bangunan bernuansa Cina masih melekat di Kawasan Pecinan, Jalan Veteran, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, yang banyak beralih fungsi menjadi pertokoan untuk kawasan niaga dan industri rumahan.

Ditambahkan Wijanarto, keberadaan THHK banyak melahirkan peranakan Tionghoa terpelajar dan perlu dilacak keberadaannya. Salah satunya adalah alumni THHK bernama Tan Hong Koen, yang merupakan sastrawan keturunan Tionghoa Banjaran.

Di bidang media, masih kata Wijanarto, orang-orang Tionghoa di Kota Tegal, banyak yang berlangganan Surat Kabar Sin Po dan Surat Kabar De Locomotief berbahasa Belanda. Bahkan, terdapat wartawan dari Surat Kabar Sin Po yang ditempatkan di Tegal dan aktif memberitakan kegiatan-kegiatan peranakan Tionghoa di wilayah Kota Tegal dan Slawi.

Perkembangan menarik akan adanya Kampung Pecinan, juga diuraikan Wijanarto. Sebab, selain di Kota Tegal, Kampung Pecinan juga tumbuh di wilayah Desa Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Slawi dan Desa Kemantran, Kabupaten Tegal. Itu dibuktikan dengan adanya kelenteng di wilayah tersebut.

BACA JUGA :  Wanita Muda, Tewas Ditusuk Pria Teman Kencannya

Hal menarik lain akan pertumbuhan kantong-kantong Perkampungan Cina, salah satunya adalah industrialisasi perkebunan dan terbentuknya moda transportasi saat itu. Disebut Wijanarto, jaringan-jaringan transportasi dapat menghubungkan beberapa wilayah.

Seperti halnya jaringan transportasi di wilayah Desa Kemantran, dapat menghubungkan dengan Pabrik Gula (PG) Kemantran. Kemudian jaringan transportasi di wilayah Pangkah dapat menghubungkan PG Pangkah, dengan kota-kota di Slawi dan Banjaran.

“Perlu diingat juga bahwa transportasi kereta api yang dibangun oleh perusahaan kereta api sebelum Semarang Cherinoon Stroomtram (SCS) dapat memudahkan serta meningkatkan mobilitas masyarakat di sekitarnya. Dari catatan yang ada, transportasi kereta api itu membentang dari wilayah Tegal, masuk ke Banjaran sampai ke Margasari dan kemudian bertemu di Prupuk,” tegasnya.

error: