Kemenko Pangan Pilih Jateng Sebagai “Pilot Project” Penguatan Kemitraan MBG

Di sisi lain, pelaku UMKM menyambut positif penguatan kemitraan tersebut. Pemilik usaha olahan ikan nila asal Banyumas, Sri Narsih, mengatakan produknya mulai dilirik untuk memenuhi kebutuhan menu SPPG. Olahan nila crispy yang diproduksinya menjadi alternatif sumber protein hewani yang praktis dan tahan lama, sehingga cocok untuk distribusi dalam skala besar.

“Saat ini produk kami telah masuk ke sejumlah SPPG di beberapa daerah. Permintaan yang meningkat membuatnya menambah pasokan bahan baku dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Kami berharap penguatan kemitraan ini dapat memperluas pasar produk olahan ikan, serta meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM,” tuturnya.

BACA JUGA :  97,25 % Desa di Jateng Sudah Punya BUMDes, Gus Yasin : Saatnya Bersinergi dengan Koperasi Merah Putih

Sementara itu, Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyampaikan potensi perikanan Jawa Tengah sangat besar, karena memiliki wilayah pesisir utara dan selatan. Dia menilai program MBG menjadi momentum untuk meningkatkan konsumsi ikan, sekaligus mendorong hilirisasi produk perikanan.

“Penguatan kemitraan antara nelayan, pembudidaya, UMKM, dan SPPG diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sektor perikanan. Melalui sinergi tersebut, Jawa Tengah diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta menjadikan sektor perikanan lebih berdaya saing dan berkelanjutan,” pungkasnya. (**)