Brebes  

Ketika Sampah Disulap Menjadi Berkah Ditangan DWP Dinbudpar

BREBES, smpantura – Para anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes, memberikan solusi untuk mengatasi sampah organik. Mereka

menyulap sampah organik ini, menjadi barang yang mendatangkan berkah. Yakni, cairan fermentasi multiguna atau Eco Enzyme.

Bahkan, para ibu ibu ini nampak antusias dalam pelatihan pengolahan sampah organik menjadi Eco Enzyme, di Aula kantor dinas setempat Rabu (28/1/2026). Pelatihan pembuatan Eco Enzyme dipandu oleh pegiat Eco Enzyme Nusantara wilayah Brebes, Ulfatunlaeli Sa’adiyah.

Menurut Laeli, Eco Enzyme adalah solusi praktis untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan mengolah sampah dapur menjadi produk bermanfaat.Dengan rumus 1:3:10, Laeli membagikan formula sederhana pembuatan Eco Enzyme yang dapat dipraktikkan di rumah.

Yakni, 1 bagian gula merah atau molase. 3 bagian sampah organik. Ini minimal 5 jenis kulit buah/sayur segar, tidak berlemak/keras). Terakhir, 10 bagian air atsu 60% dari volume wadah.

BACA JUGA :  Kirab Budaya Puncak Peringatan HUT Brebes Ke-346 

“Proses fermentasi ini di lakukan selama tiga bulan dalam wadah tertutup rapat. Hasilnya adalah cairan ‘bonus melimpah’ yang bisa menjadi sabun mandi, karbol, detergen, hingga pembersih udara,” jelas Laeli.

Lebih dari sekadar produk kebersihan, lanjut dia, pengolahan Eco Enzyme diklaim sebagai langkah nyata melawan krisis iklim. Dengan mencegah sampah organik membusuk di TPA, emisi gas metana dapat dikurangi, yang pada gilirannya membantu melindungi lapisan ozon dan menekan pemanasan global.

Pembina DWP Dinbudpar, Ny Sriatun Eko Supriyant mengatakan, pentingnya peran istri ASN dalam mendukung kinerja suami melalui organisasi DWP. Diharapkan, melalui pelatihan ini, para anggota DWP Dinbudpar Brebes tidak hanya menjadi konsumen. Tetapi juga pelopor pelestarian lingkungan di lingkungan keluarga dan tetangga masing-masing. (**)