Batang  

Ketua DPRD Batang Soroti Kasus Gizi Buruk Balita

Foto Suudi

Selain itu, ia juga menilai faktor sosial dan ekonomi keluarga harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Apalagi, Zafran di ketahui merupakan korban perceraian orang tua. Saat ini, ia di asuh nenek dari pihak ayah dalam kondisi ekonomi yang terbatas.

”Kasus seperti ini tidak cukup hanya di tangani secara medis. Pemerintah harus hadir memberikan perlindungan sosial, pendampingan keluarga, hingga memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi,” katanya.

Kisah Zafran

Sebelumnya di beritakan, Zafran Defani Alfarizi, balita berusia 2 tahun 5 bulan asal Dukuh Rejosari, Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang akibat mengalami kondisi gizi buruk dan stunting ekstrem. Dokter Spesialis Anak RSUD Kalisari Batang, dr Tan Evi Susanti, menyebut saat masuk rumah sakit kondisi pasien sangat lemah, pucat, dan mengalami kekurangan nutrisi kronis.

Berat badannya saat dibawa ke RSUD hanya 6,2 kilogram, jauh menurun dibanding saat lahir yang mencapai 4,2 kilogram. Selain itu, kadar hemoglobinnya juga sangat rendah sehingga membutuhkan penanganan intensif dari tim medis. Saat ini, RSUD Batang dan Pemkab Batang sedang memberikan penanganan terhadap Zafran Defani Alfarizi.

BACA JUGA :  Karya Warga Binaan di Batang Nusantara Expo 2025 Raih Stand Terbaik III

Dengan adanya kasus ini, Suudi juga meminta dinas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemantauan balita berisiko stunting dan gizi buruk. Termasuk penguatan koordinasi antara pemerintah desa, Posyandu, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan.

”Kasus gizi buruk yang menimpa adik Zafran menjadi pelajaran penting agar tidak ada lagi anak di Kabupaten Batang yang terlambat mendapatkan penanganan kesehatan akibat lemahnya pengawasan lingkungan dan minimnya pendampingan keluarga. Pemkab Batang juga kami minta memberikan perhatian serius agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” tegasnya. (**)