“Banyak pelanggan kami membutuhkan energi hijau. Jika Jawa Tengah memiliki sumber listrik hijau dari panas bumi dan panel surya, itu bisa di tawarkan kepada kami untuk disalurkan ke industri hijau di KITB,” katanya.
Terkait perkembangan investasi, Wirawan mengungkapkan, nilai investasi di KITB hingga saat ini telah mencapai hampir Rp 22 triliun selama tiga tahun beroperasi. Pengelola menargetkan investasi mencapai sekitar Rp 70 triliun hingga 2030.
“Selama tiga tahun beroperasi, sampai hari ini sudah hampir Rp 22 triliun. Target kami sampai 2030 sekitar Rp 70 triliun. Karena itu kami lengkapi kawasan dengan keandalan listrik dan energi terbarukan,” ujarnya.
Langkah KITB tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan guna mendukung investasi dan industri hijau di Jawa Tengah. Termasuk disampaikan Gubernur saat pertemuan dengan duta besar dan perwakilan 12 negara Uni Eropa serta sejumlah investor.
“Prinsipnya kami dukung. Ini harus diwujudkan karena dalam setiap pembahasan investasi, yang selalu ditanyakan adalah ketersediaan energi hijau,” kata Ahmad Luthfi. (**)


