Klapa Ijo dan Layangan untuk Calon Jemaah Haji

Oleh: Atmo Tan Sidik (Tokoh Pamomong Jawa Tengah 25 Juli 2025 versi Suara Merdeka)

Keunikan lain saat sampai pada urutan acara sambutan mewakili keluarga, langsung disampaikan oleh dua orang, yaitu oleh koordinator Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) se-wilayah Jawa tahun 1991-1994 yang menyampaikan permohonan maaf apabila dalam menerima pertamuan, baik tempat maupun hidangan, ada yang kurang berkenan, serta ucapan terima kasih atas kehadiran para hadirin serta mohon doa. Sedang penulis buku “Guru yang Belajar kepada Muridnya” Dr. Maufur Marghub Abdul Aziz yang merupakan tokoh sesepuh tiga daerah, secara simbolik menyerahkan klapa ijo dan layangan. Serta berharap hadirin secara mandiri menafsirkan makna tersebut.

Ustadz Imam Chumedi Suhemin beserta istri yang tergabung dalam Kloter 6 dari KBIH Al-Mabrur yang menurut rencana akan berangkat pada tanggal 22 April 2026, secara singkat menyampaikan ungkapan syukur atas karunia Allah serta memohon doa dari para hadirin agar diberi kesehatan selama melaksanakan ibadah dan meraih predikat haji yang mabrur dan mabruroh.

BACA JUGA :  Sosok Kades, Perangkat Desa dan Badan Permusyawaratan Desa Wajib Mundur Jika Mendaftarkan Diri Menjadi Caleg

Sekadar diketahui, bahwa Ustadz Imam Chumedi mantan ketua KPMDB Yogyakarta alumni UIN Sunan Kalijaga adalah seorang santri yang sering menjadi qori atau pembaca Al-Qur’an, muballigh, penulis artikel di berbagai media massa, juga telah menulis buku dengan bahasa daerah yang berjudul “Ayun-ayun Badan” serta “Aja Liren Dadi Wong Apik”. Kedua buku tersebut diberi pengantar oleh mantan rektor UPS Tegal Dr. Maufur Marghub Abdul Aziz dan oleh Atmo Tan Sidik.

Selamat menunaikan ibadah haji. Luaskan wawasan untuk mencerna makna apa arti klapa ijo dan layangan. (**)