Kopi Luwak Liberica Hingga Abon Pepaya Ramaikan Hari Desa Nasional di Boyolali

Tak hanya produk Boyolali, pameran juga diikuti pelaku UMKM dari luar Jawa Tengah. Salah satunya Fitriyati, Kepala Desa Prangat Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dia membawa produk kopi KAPAK PRABU (Kampung Kopi Luwak Desa Prangat Baru).

“Kopi kita ini kopi langka di Indonesia, cuma ada tiga titik: di Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur di Desa Prangat Baru. Jenisnya Liberica,” kata Fitriyati.

Fitriyati menyebut kopi Liberica dari desanya memiliki cita rasa khas dan diminati hingga mancanegara. Ia mengatakan, desanya pernah dikunjungi pembeli dari berbagai negara seperti Jepang, China, Italia, Spanyol, hingga Malaysia.

BACA JUGA :  Apresiasi Wajib Pajak, Kantor Pajak Tegal Gelar Tax Gathering

“Alhamdulillah peminatnya banyak sampai dari mancanegara, karena memang langka dan rasanya yang unik,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menilai, pameran produk unggulan desa dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 menjadi momentum penting. Yakni, untuk memperkuat perputaran ekonomi daerah. Khususnya Boyolali dan wilayah sekitar.

“Luar biasa ini Hari Desa Nasional acaranya. Saya yakin pertumbuhan ekonomi ini akan mengungkit daerah Kabupaten Boyolali dan sekitarnya,” ujar Taj Yasin. (**)