Tegal  

KSOP Tegal Tingkatkan Pengawasan Cegah Kebakaran Kapal Pasca Nataru

Posko Nataru di Pelabuhan Tegal resmi ditutup pada Kamis 8 Januari 2026.

“Kami rutin mengimbau melalui grup WhatsApp agar di lakukan penyiraman. Dan pendinginan bodi kapal menggunakan alcon,” kata Wahyu.

Pada hari-hari tertentu, KSOP juga mengumpulkan petugas jaga malam kapal untuk penguatan pengawasan.

Saat momentum Nataru maupun Lebaran, seluruh aktivitas pekerjaan kapal, baik perbaikan maupun kegiatan lain di hentikan sementara guna meminimalkan risiko kebakaran.

Di jelaskan Wahyu, KSOP Kelas IV Tegal saat ini memiliki dua kapal patroli yang secara rutin beroperasi untuk mencegah kecelakaan dan kebakaran di area perairan pelabuhan.

“Alhamdulillah kesadaran nelayan relatif cukup baik. Kita bisa berkolaborasi, terutama untuk pendinginan kapal di lakukan bersama-sama, mulai dari bodi kapal sampai jaring,” ujar Wahyu.

BACA JUGA :  Disnakerin Kota Tegal Sosialisasikan SIINasĀ 

Menurut Wahyu, setiap kapal di wajibkan memiliki satu petugas jaga serta alur masuk pelabuhan harus tetap steril agar lalu lintas kapal tidak terganggu, terutama dalam kondisi darurat.

Sebagai bagian dari evaluasi atas insiden kebakaran kapal yang terjadi beberapa tahun terakhir, KSOP Tegal juga rutin menggelar latihan pemadaman kebakaran bersama stakeholder dan petugas jaga malam.

Bahkan sejak tahun 2020, KSOP bekerja sama dengan Politeknik Pelayaran Banten menyelenggarakan Basic Safety Training atau BST bagi nelayan.

“BST sudah di ikuti 140 nelayan dalam empat periode yang diselenggarakan gratis,” pungkas Wahyu. (**)