Kunjungan Wisata Jateng Melonjak 5,25 Persen Selama Libur Lebaran 2026

“Terjadi pergeseran dari wisata alam ke wisata urban dan ikon destinasi. Wisatawan kini lebih mencari pengalaman visual yang kuat untuk dokumentasi,” jelasnya.

Fenomena tersebut dikenal sebagai “visual tourism”, di mana destinasi yang memiliki nilai estetika tinggi dan dinilai “instagramable” menjadi pilihan utama, khususnya bagi generasi muda.

Selain faktor tren, kondisi cuaca juga memengaruhi pola kunjungan. Cuaca kurang bersahabat di sejumlah kawasan pegunungan mendorong wisatawan beralih ke destinasi yang dinilai lebih aman dan nyaman.

Data Disbudparekraf juga menunjukkan lonjakan kunjungan mulai terjadi sejak H-1 Lebaran dan mencapai puncaknya pada H+2, menandakan periode pascalebaran masih menjadi waktu favorit masyarakat untuk berwisata.

BACA JUGA :  Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Diluncurkan Gubernur Ahmad Luthfi

Ke depan, Hanung menilai pengelola destinasi perlu beradaptasi dengan perubahan tren tersebut, terutama dengan memperkuat konsep pengalaman dan daya tarik visual.

“Penguatan konsep experience dan visual menjadi kunci untuk menarik wisatawan, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya mendorong para pemudik untuk menikmati potensi wisata daerah. Namun, ia tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap cuaca ekstrem dan tetap mengutamakan keselamatan selama berlibur. (**)