Peristiwa tersebut di dahului longsornya ruas jalan Cilibur–Plompong yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah. Satu bangunan MCK yang berada di bagian atas tebing ikut terbawa longsoran tanah hingga jatuh ke dasar Sungai Longkrang.
Kejadian longsor ini membuat kondisi lingkungan sekolah di nilai rawan sehingga muncul rencana relokasi SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan ke lokasi yang lebih aman.
Pada Rabu, 11 Maret 2026, Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi bencana di Desa Cilibur dan memimpin rapat penanganan bencana bersama dinas terkait.
Rapat membahas penanganan jalan yang putus akibat longsor sekaligus kemungkinan relokasi SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan ke lokasi lebih aman. (**)


