“Kami siap membantu. Kebetulan kegiatan komunitas kami memang lebih banyak berpusat di akhir pekan, jadi ini sejalan,” tegas Listiya dari Relawan Gesit Tegal, komunitas di bawah naungan platform crowdfunding Kitabisa yang mengelola pilar literasi Lentera (Literasi untuk Terangi Anak Bangsa).
Dukungan serupa datang dari Mida, Penggerak Literasi Jawa Tengah sekaligus pendiri Komunitas Penulis Indonesia. Ia menilai langkah ini sebagai terobosan positif bagi ekosistem literasi di Tegal.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Sri Handayani, menambahkan bahwa saat ini pihaknya juga tengah menyelenggarakan rangkaian lomba literasi berskala besar. Mulai dari lomba resensi buku, konten video, bertutur, hingga bimbingan kepenulisan untuk kategori umum, pelajar, dan mahasiswa.
“Kami mengajak rekan-rekan komunitas, termasuk binaan Tanoto Foundation seperti The Big Book, E-Lit Academy, Kerupuk Sega, dan Lintang Edukasi untuk ikut mensosialisasikan lomba ini. Dengan jejaring mereka yang luas di sekolah-sekolah, kami berharap partisipasi pelajar akan meningkat tajam,” pungkasnya. (**)


