Bupati juga meminta PBD tetap menyiagakan pos darurat, meskipun saat ini masih menangani bencana di Padasari. Koordinasi dengan PLN, Pertamina, dan Telkom turut menjadi perhatian guna memastikan layanan dasar seperti listrik, BBM, dan telekomunikasi tetap andal selama Hari Raya.
“Pastikan tidak ada gangguan layanan yang merugikan masyarakat saat Idul Fitri,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid menekankan pentingnya antisipasi titik-titik rawan kemacetan. Ia meminta jajaran kepolisian cermat memetakan potensi kepadatan lalu lintas agar arus kendaraan tetap lancar.
Kholid juga menginstruksikan para camat untuk menggerakkan tokoh masyarakat di tingkat desa agar turut menjaga kondusivitas wilayah.
“Libatkan masyarakat secara aktif dan segera laporkan setiap kejadian agar bisa cepat di tangani,” katanya.
Perbaikan Infrastruktur
Terkait perbaikan infrastruktur, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah menjadikan perbaikan jalan sebagai prioritas, dengan pelaksanaan yang menyesuaikan kondisi cuaca agar hasilnya optimal.
Di sisi pengamanan, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menyatakan kesiapan jajarannya dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor).
“Kami akan meningkatkan patroli dan pengamanan. Kami juga meminta para camat mengaktifkan kembali pos ronda sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kondusivitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan informasi dari masyarakat sangat di butuhkan, terutama untuk mencegah potensi tawuran dan gangguan kamtibmas lainnya.
Menutup rapat koordinasi, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud menegaskan seluruh perangkat daerah harus memperkuat sinergi dan komunikasi lintas sektor. Ia meminta setiap kebijakan yang telah di sepakati dapat di laksanakan dengan penuh tanggung jawab. (**)


