BREBES, smpantura – Peristiwa longsor terjadi di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 08.30. Longsor tersebut menyeret salah satu bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan.
Tanah di bawah area sekolah yang berada di tepi tebing ambrol sehingga bangunan yang berada di atasnya ikut meluncur bersama material longsoran. Peristiwa longsor di Cilibur tersebut sempat terekam kamera warga. Video saat bangunan sekolah bergerak mengikuti tanah yang longsor kemudian beredar di media sosial.
Warga setempat menyebutkan, tanda-tanda kerawanan sebenarnya sudah terlihat beberapa hari sebelumnya. Pada Senin (2/3/2026), jalan di bawah lokasi sekolah yang berada di Dukuh Krajan, Desa Cilibur, lebih dahulu mengalami longsor.
Akibat kejadian itu, separuh badan jalan ambles dan terbawa material tanah. Setelah peristiwa tersebut, mulai muncul retakan di sejumlah titik di lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga karena posisi bangunan sekolah berada tepat di atas area longsoran.
Hujan yang hampir turun setiap hari dalam beberapa hari terakhir diduga memperparah kondisi tanah di lokasi tersebut. Hingga akhirnya pada Minggu pagi, tanah kembali longsor dan menyeret salah satu bangunan sekolah.
Koordinator Penanganan Bencana Posko Bumiayu BPBD Kabupaten Brebes, Budi Sujatmiko, membenarkan peristiwa longsor yang terjadi di area SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan tersebut.
“Yang terbawa longsor itu bangunan kamar mandi sekolah,” ujarnya.
Meski bangunan tersebut terbawa longsor, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kondisi tanah di sekitar SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan masih labil sehingga warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan.(**)


