BREBES, smpantura — Maraknya aksi tawuran antara pelajar di Kabupaten Brebes, mendapat sorotan serius dari DPRD. Selain prihanti, anggota DPRD juga meminta adanya langkah konkret untuk pencegahan. Sehingga tika menyebabkan jatuhnya korban.
“Kami sangat prihatin atas terjadinya tawuran di kalangan pelajar yang sampai menyebabkan korban meninggal dunia. Ini bukan pertama kali terjadi di Brebes, dan kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali,” kaya anggota DPRD Brebes, Heri Fitriansyah, kemarin.
Dia mengatakan, fenomena tawuran pelajar bukan lagi sekadar kenakalan remaja biasa, melainkan sudah mengarah pada tindakan kriminal yang membahayakan nyawa. Kejadian yang kerap viral di media sosial ini menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk segera bertindak lebih serius.
Ironisnya, lanjut dia, sebagian besar pelaku tawuran merupakan remaja berusia antara 15 hingga 20 tahun yang masih berstatus pelajar. Kondisi itu menunjukkan pentingnya peran semua elemen. Yakni, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas dalam melakukan pengawasan dan pembinaan.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga lingkungan. Apalagi sangat penting adanya kepedulian warga terhadap aktivitas remaja yang mencurigakan, terutama yang berpotensi mengarah pada aksi tawuran.
“Kami mohon peran serta masyarakat. Jika melihat ada remaja yang bergerombol dengan aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian terdekat. Ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknha mengapresiasi aparat keamanan yang selama ini rutin melakukan patroli, guna mengantisipasi potensi tawuran. Langkah itu sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Khususnya di wilayah-wilayah yang rawan.


