Menurut Heri, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran orang tua dinilai sangat krusial dalam membentuk karakter dan mengawasi pergaulan anak-anak mereka, terutama di luar jam sekolah.
“Kepada para orang tua, kami harapkan untuk terus memantau dan mengawasi anak-anaknya. Bangun komunikasi yang baik agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah,” ucapnya.
Heri mendorong, pihak sekolah untuk lebih aktif dalam memberikan edukasi dan pembinaan karakter kepada siswa. Termasuk mengantisipasi potensi konflik yang bisa berujung pada tawuran. Jika tidak ada langkah konkret dan kolaboratif dari semua pihak, maka potensi kejadian serupa akan terus berulang.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai kita kehilangan lagi anak-anak muda hanya karena aksi kekerasan yang sebenarnya bisa dicegah,” pungkasnya. (**)


