Slawi  

Mata Air Tuk Kembang Disepakati Jadi Sumber Air Bersih Huntara Desa Capar

Nandang menyebutkan, sebelumnya, tim sempat mempertimbangkan sumber air Padareka yang jaraknya lebih dekat sekitar 3 km, namun lokasi tersebut dinilai berisiko tinggi karena masih rentan mengalami pergerakan tanah susulan dan debit air yang tidak stabil.

Sebagai tindak lanjut, BPBPK Jawa Tengah dan BBWS Pemali Juana melaporkan hasil kegiatan kepada Dirjen Cipta Karya dan Dirjen SDA. Sementara , Pemda Kabupaten Tegal akan segera melakukan uji laboratorium mendalam untuk sampling air di Tuk Kembang guna memastikan standar kesehatan sebelum didistribusikan kepada warga terdampak di Huntara.

Nandang menuturkan, kesepakatan Tuk Kembang menjadi penyuplai air utama di Huntara Desa Capar melibatkan Keputusan ini disepakati oleh BBWS Pemali Juana, BPBPK Jawa Tengah, Direktorat Air Minum, Bapperida Kabupaten Tegal, BPBD Kabupaten Tegal, Dinas PUPR Kabupaten Tegal, Dinas Perkim Kabupaten Tegal, Perumda Air Minum Tirta Ayu, Perangkat Desa Padasari, dan perwakilan Masyarakat Desa Padasari .

BACA JUGA :  PWM Jateng Lantik Arief Darmawan Sebagai Direktur RSI PKU Muhammadiyah Tegal

Sejak Huntara beroperasi, Perumda Air Minum Tirta Ayu menyuplai air bersih sebanyak 3 rit atau 15.000 liter setiap hari ke Huntara maupun tempat pengungsian di RT 25 RW 06 Dukuh Pengasinan Desa Padasari.

“Setiap hari kami menyuplai tiga rit, dua rit di Dukuh Pengasinan, satu rit untuk Huntara. Suplai air juga didukung Kementerian PU ,”terangnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air warga penghuni Huntara, Pemkab Tegal mendapat bantuan dari Kementerian PU sebanyak 3 rit per hari. (**)