Slawi  

Menjadi Santripreneur: Menggabungkan Keilmuan Agama dan Kemandirian Ekonomi

CERAMAH : Wakil Ketua 1 Baznas Kabupaten Tegal Fathin Hammam ceramah tentang Santripreneur di Pondok Pesantren Muhammadiyah Zaenab Masykur Adiwerna, Minggu (8/3/2026).

Masa santri adalah masa yang penuh dengan kesempatan untuk menempa karakter, memperkuat ilmu, dan menyiapkan masa depan.

“Jadilah santri yang hebat. Santri yang kuat ilmunya, baik akhlaknya, dan mandiri ekonominya,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa juga sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya. Jika para santri mampu menggabungkan kekuatan ilmu agama dengan semangat kewirausahaan, maka mereka tidak hanya akan menjadi pribadi yang sukses secara pribadi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi besar bagi kemajuan masyarakat.

Harapannya, dari Pondok Pesantren Muhammadiyah Zaenab Masykur ini akan lahir generasi santri yang tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga menjadi pelopor kemandirian ekonomi umat.

BACA JUGA :  Kearifan Lokal Bisa Jadi Potensi Ekonomi

Dengan bekal ilmu, akhlak, dan semangat berusaha, para santri di harapkan mampu menghadapi tantangan zaman dengan percaya diri.

Mereka bukan hanya penerus tradisi keilmuan Islam, tetapi juga calon pemimpin masa depan yang siap membawa perubahan positif bagi masyarakat. Inilah makna sejati dari santripreneur: santri yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan bermanfaat bagi umat. (**)