Batang  

Meriahkan Syawalan dengan Tradisi Tumpeng Getuk

TUMPENG GETUK: Warga Desa Cepokokuning, Kecamatan Batang mengerubuti tumpeng getuk dalam tradisi Syawalan yang digelar, Sabtu (28/3).

BATANG, smpantura – Tradisi Syawalan dalam memeriahkan hari raya Idul Fitri dirayakan ratusan warga Desa Cepokokuning, Kecamatan Batang dengan cara yang berbeda, Sabtu (28/3). Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cepokokuning bersama masyarakat memanfaatkan potensi tanaman singkong yang tersebar luas untuk diolah menjadi getuk berbentuk tumpeng setinggi satu meter sebagai tanda syukur dan mempererat silaturahmi.

Kepala Desa Cepokokuning Maryadi mengatakan, tumpeng getuk diarak terlebih dahulu menuju destinasi wisata air Kali Lojahan dan disandingkan beserta empat tampah getuk pengiring lainnya.

”Tradisi Tumpeng Getuk telah digelar untuk keempat kalinya sekaligus sebagai tanda pemanfaatan potensi alam Kali Lojahan yang akan segera dikonsep menjadi destinasi wisata air,” ujarnya.

Maryadi menyebutkan, tradisi tumpeng getuk ketika Syawalan digelar karena banyak tanaman singkong di desanya dan dikembangkan jadi event wisata dikolaborasikan dengan wisata air Kali Lojahan, sebagai destinasi unggulan. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan BUMDes dalam pengelolaan wisata alam. Ini agar setelah Lebaran dapat dikelola dengan lebih baik sehingga pemanfaatan sumber daya alam ini berdampak positif bagi peningkatan pendapatan desa.

BACA JUGA :  Pembangunan Perumahan Wajib Alokasikan RTH 

”Tiket masuknya tentu nanti akan kembali ke kesejahteraan masyarakat setempat, ditambah fasilitas untuk menunjang wisatawan tetap aman dan nyaman,” tuturnya.

Maryadi menambahkan, berkurangnya Dana Desa dari pemerintah pusat ke desa membuat pemerintah desa harus berpikir kreatif. Untuk itu, pemanfaatan potensi wisata air Kali Lojahan menjadi salah satu solusi guna meningkatkan pendapatan desa.