”Artinya masyarakat tetap hidup berdampingan di wilayah terdampak, namun memanfaatkannya untuk kepentingan ekonomis. Di awali dengan penebaran benih ikan dan ke depan akan di kelola dengan konsep wisata perikanan agar masyarakat mendapatkan manfaat secara ekonomi,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan peserta, Najla dan Risa pelajar SMA Negeri 2 Batang mengaku menamam mangrove merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Keduanya dapat merasakan langsung upaya meminimalisir meluasnya dampak rob yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
”Ini pengalaman pertama buat kami terjun langsung nanam banyak bibit mangrove. Semoga bisa mencegah rob supaya rumah warga tidak terdampak,” ujarnya. (**)


