Di sektor pangan, Jawa Tengah mempertahankan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Sepanjang 2025, produktivitas padi mencapai sekitar 9,5 juta ton. Pemerintah daerah diminta menjaga revitalisasi lahan pertanian guna memperkuat swasembada pangan.
Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal sepanjang 2025 mencapai Rp 88,5 triliun. Investasi tersebut turut mendorong penciptaan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran.
Ke depan, Pemprov Jateng akan memperkuat investasi padat karya untuk mereduksi tingkat pengangguran terbuka, tanpa menutup peluang investasi padat modal. Pemerintah kabupaten/kota juga didorong memberi insentif, termasuk relaksasi pajak bagi investor yang mengedepankan ekonomi hijau.
“Kepala daerah harus berperan sebagai manajer marketing. Kita beri kemudahan bagi investor, terutama yang mendukung ekonomi hijau dan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi.
Dengan pendekatan kolaboratif lintas daerah dan perguruan tinggi, Pemprov Jateng optimistis kinerja ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. (**)


