Mudik Lebaran 2026, Jateng Petakan 69 Jalur Rawan Macet dan Bencana

Potensi genangan juga terdeteksi di Pemuda Brebes, Prupuk-Batas Tegal/Banyumas, Sidareja-Simpang 3 Jeruklegi, Sampang-Buntu, Klampok-Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur-Sragen. Sebagian besar berada di dataran rendah dengan riwayat banjir akibat hujan intensitas tinggi maupun rob.

Sementara titik rawan longsor banyak terdapat di jalur selatan dan wilayah perbukitan, seperti Batas Jawa Barat-Karangpucung-Wangon, Ajibarang/Wangon, Wangon-Batas Banyumas/Cilacap, Patikraja-Rawalo, hingga Batas Kota Banjarnegara-Wonosobo. Karakteristik tanah labil dan kontur terjal menjadi faktor utama risiko longsor saat curah hujan meningkat.

Untuk mempercepat respons, BBPJN menyiapkan 18 posko Lebaran di koridor strategis jalur nasional, dari Pantura barat hingga selatan. Posko dilengkapi personel teknis serta peralatan berat guna menangani gangguan lalu lintas maupun kerusakan jalan.

Selain itu, empat Unit Pelaksanaan Peralatan (UPP) Disaster Relief Unit (DRU) disiagakan di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta. Peralatan yang tersedia meliputi excavator, wheel loader, motor grader, dump truck, asphalt finisher, hingga rangka jembatan darurat bentang 30 meter.

BACA JUGA :  Pemprov Jateng Pastikan Logistik Pengungsi Banjir Pekalongan Terpenuhi

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan kesiapan Jawa Tengah dalam menyambut pemudik. Jawa Tengah sebagai simpul utama perlintasan nasional, tidak boleh lengah dalam persiapan infrastruktur.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Secara nasional, provinsi ini juga menjadi tujuan favorit dengan estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang. Menghadapi lonjakan tersebut, Gubernur menekankan kondisi jalan provinsi terus dimantapkan.