“Kita memiliki hampir 2.200 kilometer jalan kewenangan provinsi dengan tingkat kemantapan 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan agar tetap optimal saat arus mudik dan balik,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi. Koordinasi lintas sektor, kata dia, menjadi kunci untuk memastikan kelancaran arus mudik sekaligus keselamatan pemudik.
Dengan lonjakan pergerakan jutaan orang dan potensi gangguan alam yang mengintai, kesiapan infrastruktur dan respons cepat di lapangan menjadi taruhan utama kelancaran mudik Lebaran 2026. (**)


