Mudik Lebaran, Omzet Pedagang dan Kunjungan Wisata Jateng Melonjak 

​”Kalau bakso saya tidak hitung detail karena stoknya banyak, habis ambil lagi, habis ambil lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, sektor kafe dan restoran menunjukkan pola yang sedikit berbeda. Aziz, Manager Reinz Cafe dan Resto di Demak, menyebut lonjakan pengunjung lebih banyak didorong oleh reservasi kelompok.

“Kalau kami sistemnya sudah reservasi dari jauh hari untuk acara halalbihalal atau reuni keluarga. Alhamdulillah, jadwal kami penuh sampai minggu depan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mencatat kunjungan spontan (walk-in) justru cenderung menurun, diduga dipengaruhi faktor cuaca yang tidak menentu.

“Pengunjung reguler cenderung landai, mungkin karena siang panas, malam hujan,” imbuhnya.

Tak hanya sektor kuliner, geliat ekonomi juga tampak di sektor pariwisata. Selama libur panjang Lebaran 2026, sejumlah objek wisata di Jawa Tengah dipadati pengunjung.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah mencatat, kunjungan wisatawan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA :  “Si Polan” Siap Kawal Puncak Mudik 18 Maret, Sekda Sebut Layanan Pemudik Kian Ramah

Kepala Disbudparekraf Jateng, Hanung Triyono, menyebutkan total kunjungan wisatawan pada periode H-7 (13 Maret 2026) hingga H+4 Lebaran (25 Maret 2026) mencapai 687.470 kunjungan.

“Angka tersebut naik 5,25 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 653.178 kunjungan,” kata Hanung.

Ia menambahkan, peningkatan ini terlihat dari sejumlah destinasi unggulan yang menjadi titik pantauan, di antaranya Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Guci, Pantai Menganti, Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga, serta Candi Prambanan.

Kondisi di lapangan ini sejalan dengan ambisi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), jauh-jauh hari telah menekankan pentingnya menangkap peluang dari pergerakan jutaan manusia selama arus mudik dan balik.