Dalam kesempatan itu, dia turut menyaksikan parade busana yang melibatkan istri kepala Forkopimda, kepala OPD perempuan Pemkot Salatiga, serta siswi Yayasan Kemakmuran Rejeki SMK Kristen Kota Salatiga.
Pada parade tersebut, puluhan peserta bergaya bak model profesional yang memperagakan beragam wastra unggulan dari berbagai daerah di Indonesia. Menariknya, produk yang ditampilkan adalah karya para pelajar SMK dan pengrajin lokal.
Nawal juga mengapresiasi inovasi TP PKK Kota Salatiga dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Tidak sekadar fashion show, kegiatan ini turut menghadirkan sekitar 54 pelaku UMKM, yang diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Dia berharap kegiatan serupa dapat terus diperbanyak di 35 kabupaten/kota di Jateng. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin untuk menjadikan UMKM sebagai motor penggerak perekonomian rakyat.
“Mudah-mudahan ini menjadi penggerak ekonomi di Kota Salatiga. Saya ucapkan selamat, karena meskipun dipersiapkan dalam waktu dua pekan, kegiatan ini mampu menyajikan padu padan wastra lokal yang sustainable,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hermawan mengatakan, kegiatan Gemas Sanloka bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, agar lebih mencintai produk sandang lokal.
“Kami ingin memperkenalkan bahwa kain tradisional kita, baik itu batik, tenun, maupun lurik, bukan sekadar kain tua. Kami berharap masyarakat Salatiga dapat mencintai dan melestarikan warisan budaya nusantara, serta menghargai apa yang lahir dari bumi sendiri,” harapnya. (**)


