Nawal Yasin Dorong Santri Jadi Penggerak Literasi

Kepada mahasiswa UIN Walisongo, dia menegaskan, tradisi kepenulisan yang berkembang di pondok pesantren, juga relevan untuk diterapkan di lingkungan perguruan tinggi.

“Syukur-syukur nanti adik-adik di sini bisa membuat satu tulisan lewat jurnal, ataupun nanti bisa menulis buku,” pesan Nawal, yang juga pengajar di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang, Rembang.

Pada kesempatan itu, dia mengapresiasi program-program Ma’had Al-Jami’ah UIN Walisongo, seperti pembelajaran bahasa Arab dan Inggris, kajian kitab kuning, serta pendidikan karakter. Harapannya, program itu dapat membentuk sarjana intelektual sekaligus ulama.

“Kemudian upaya menguatkan nilai-nilai kema’hadan di sini bagus, ada keteladanan, ada pendisiplinan, pembiasaan ibadah, kajian kitab kuning, aturan, pengawasan dan pembinaan, serta kegiatan sosial dan minat,” beber Nawal.

BACA JUGA :  Gubernur Jateng Dorong OPD Percepat Serapan Anggaran 2025, Pastikan Tak Ada Program Terhambat

Lebih lanjut, dia menegaskan, Pemprov Jateng di bawah arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin terus berupaya meningkatkan pengembangan pendidikan pesantren, melalui program Pesantren Obah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah tersebut juga membagikan bukunya berjudul “Pesantren Anti Bullying dan Kekerasan Seksual” kepada sejumlah mahasiswa. Dia berharap, pesantren dapat menjadi lingkungan belajar yang aman dari perundungan dan segala bentuk kekerasan. (**)