Nawal Yasin Optimistis UMKM Jateng Tumbuh Mendunia

“Kita adakan kurasi, kurasi ini kita selalu bersama dengan Bank Indonesia. Setelah kurasi ini kita kemudian berikan akses untuk permodalan,” beber Nawal Yasin.

Bahkan, imbuh Nawal, penyaluran KUR di Jateng selama periode 2015 hingga 2025 mencapai Rp361,36 triliun, dengan total 10,31 juta debitur. Sementara, sepanjang Januari hingga 9 Oktober 2025, sebanyak 667.067 debitur telah melakukan akad kredit, dengan nilai mencapai Rp34,73 triliun.

Tidak hanya itu, atas arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, berbagai program pendampingan UMKM lainnya juga terus di lakukan. Di antaranya dengan memperluas akses pasar melalui digitalisasi. Serta memperbanyak ajang temu bisnis antara buyer dan pelaku usaha.

Seperti halnya pada ajang UMKM Grande kali ini. Sejumlah calon buyer dari dalam maupun luar negeri di hadirkan, agar terjadi transaksi langsung dengan pelaku UMKM.

“Pada hari ini Bank Indonesia juga mengundang buyer dari luar negeri, untuk business matching di acara UMKM Grande. Jadi buat saya, dari dari hulu ke hilir ini terus kita perkuat di ekosistemnya dengan baik,” ucap Nawal.

BACA JUGA :  Aduan Warga Langsung Direspons, Bantuan Gubernur Tiba di Tengah Banjir Semarang

Komitmen

Deputi KPw BI Jateng, Andi Reinasari menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan. Bersama Dekranasda, UMKM terus di dorong agar naik kelas, terutama sektor wastra yang menjadi salah satu kekuatan Jawa Tengah.

“Kami bersama Dekranasda terus bekerja sama untuk upaya mengembangkan UMKM, khususnya di bidang wastra. Memang karena kita memiliki daya tarik, khususnya batik, tenun. Jadi ini yang sedang kita angkat,” ungkap dia.

Wakil Ketua II Dekranas Pusat, Sri Suparni Bahlil Lahadalia, mengapresiasi gelaran UMKM Grande 2026. Menurutnya, kegiatan itu menarik karena di kemas dengan berbagai rangkaian, mulai dari pameran, talkshow, diskusi, hingga temu bisnis.