Slawi  

Ngeri, Ini Penyebab Banjir Bandang di Guci

Puluhan  Hektare Hutan di Igir Cowet Jadi Lahan Pertanian

“Kami sudah beberapa kali berdiskusi dengan Perhutani dan pemerintah daerah. Namun yang di lakukan selama ini masih sebatas di permukaan. Manajemen pemeliharaan setelah penanaman masih sangat kurang,” jelasnya.

Ia mencontohkan, kegiatan penanaman bersama yang sering di lakukan. Namun setelah bibit di tanam tidak ada tindak lanjut perawatan.

“Penanaman harus di barengi dengan manajemen pemeliharaan yang baik, bukan hanya seremonial,” tegasnya.

Abdul Khayyi menilai, musim hujan saat ini merupakan momen paling tepat untuk melakukan reboisasi hutan yang rusak.

BACA JUGA :  Ratusan Awak Angkutan Demo Odong- Odong

“Kalau ditanam pohon keras di musim hujan dan tidak dirusak oleh manusia, saya yakin akan tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, banjir besar yang terjadi beberapa hari lalu kemungkinan baru permulaan. Mengingat tingkat kerusakan hutan di wilayah hulu sudah sangat masif.

“Oleh karena itu, mari kita rumuskan solusi bersama. Kalau masih ragu, ayo kita naik langsung ke lereng gunung untuk melihat kondisi kerusakan hutan yang sebenarnya,” ajaknya.  (**)