Hal tersebut berbarengan dengan kegiatan pemeriksaan menyeluruh kondisi bus atai Ram Check. Mulai dari mesin, lampu sorot depan, lampu sign kiri kanan, lampu merah tanda pengereman, wipper, klakson, knalpot hingga kondisi roda dan sistem pengereman.
Selanjutnya baru di lakukan pemeriksaan alat kelengkapan keselamatan. Mulai dari palu untuk memecah kaca bila terjadi kondisi darurat, alat pemadan api ringang (APAR), hingga ketersediaan kotak obat-obat atau P3K.
”Kalau sopir terlihat mengantuk, kebut-kebutan saling menyalip dengan bus lain, atau ugal-ugalan, penumpang hendaknya berani mengingatkan sopir. Atau telepon ke perusahan bus atau nomor telepon darurat kepolisian. Ini demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” terang AKP Suyit Munandar.
Ia mengungkapkan, Operasi Keselamatan Candi 2026, yang mulai di gelar sejak Senin (2/2), akan berakhir pada Minggu (15/2). Kegiatan operasi tersebut, merupakan persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik lebaran. Karena itulah, fokus disiplin dan ketertiban. Demi keselamatan dalam mengemudi atau berlalu lintas, menjadi tujuan utama kegiatan operasi tersebut. Untuk menekan terjadinya pelanggaran lalu lintas yang berakibat pada kecelakaan atau terganggunya arus lalu lintas. (**)


