“Tujuannya agar masyarakat lebih tertib lagi berlalu lintas di jalan.
Tadi ditemukan anak kecil yang belum menggunakan helm, ya kami berikan helm. Ini untuk menggugah orang tua untuk lebih tertib berlalu lintas,” jelas AKP Erwin.
Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun melalui Wakapolres Tegal Kompol Johan Valentino Nanuru menyebutkan, Operasi Zebra Candi 2023 dilaksanakan guna membangun budaya tertib berlalu lintas sebelum Pemilu 2024. Hal ini sesuai tema yang diusung yakni Kamseltibcar Lantas Menuju Pemilu 2024.
“Kegiatan Operasi Zebra Candi 2023 untuk menunjang kegiatan cipta kondisi dalam rangka persiapan pengamanan Pemilu 2024,” tegas Kompol Johan.
Menurut Johan, ada tujuh prioritas penindakan pelanggaran lalu lintas dalam kegiatan tersebut.Meliputi pengendara roda dua tidak mengunakan helm, pengemudi roda empat tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt),pengemudi yang melebihi batas kecepatan, pengemudi dalam pengaruh alkohol, pengemudi kendaraan dibawah umur, pengemudi menggunakan HP dan melanggar marka/ rambu , berat muatan dan potensi lakalantas.
Adapun penegakan hukum berupa tilang menggunakan tilang elektronik (E-TLE) statis dan handheld dan drone.
” Tidak ada lagi Gakkum secara stasioner razia guna menciptakan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman dan selamat,” imbuh Kompol Johan saat membacakan amanat Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi. (T04-Red)