OTT Bupati Pekalongan, Inilah Pernyataan Gubernur Ahmad Luthfi

SEMARANG, smpantura – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, mengejutkan berbagai kalangan, terutama masyarakat Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi pun mengaku terkejut. Apalagi, OTT tersebut terjadi tidak lama setelah penangkapan mantan Bupati Pati, Sudewo.

Menanggapi hal itu, Gubernur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Ahmad Luthfi juga menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang tengah di jalankan KPK terkait dugaan suap proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

“Kita menghormati penyidikan yang di lakukan KPK. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pejabat publik untuk menjalankan prinsip good governance,” ujar Ahmad Luthfi usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/3/2026).

BACA JUGA :  Wagub Jateng Taj Yasin Lepas Penerbangan Perdana Semarang-Kuala Lumpur

Ia menegaskan, sejak awal telah mengingatkan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah agar menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan.

“Kita harus menciptakan birokrasi yang bersih dengan jalan tidak melanggar hukum. Tapi kembali kepada personelnya masing-masing,” tegasnya.

Sebelumnya, KPK mengamankan Fadia Arafiq bersama orang kepercayaan dan ajudannya dalam operasi tangkap tangan di Semarang.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, penindakan tersebut berkaitan dengan dugaan suap proyek pengadaan di lingkungan Pemkab Pekalongan.

“Para pihak yang di amankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum,” ujarnya.