Seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kewirausahaan sekaligus sarana melatih kemandirian dan kerja sama.
Dari rangkaian kegiatan tersebut, panitia berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp 59.443.000.
Dana yang diperoleh berasal dari penjualan produk dan permainan yang dikelola para siswa.
Rencananya, hasil keuntungan tersebut akan didonasikan kepada yayasan panti asuhan dan sekolah luar biasa atau SLB pada April 2026 mendatang.
Erna menambahkan, kolaborasi antara pagelaran budaya dan kegiatan sosial ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan jiwa filantropi pada anak-anak, sekaligus memperkuat akar budaya mereka,” pungkas Erna. (**)


