Pameran Abhirama Ranggawarsita Hadir, Event Budaya Bergengsi di Jateng

Tak kalah menarik, sektor ekonomi kreatif juga mendapat porsi besar. Pelaku UMKM hingga difabel kreatif dilibatkan, untuk menampilkan karya dan kreativitas mereka.

“Ini panggung untuk UMKM dan teman-teman difabel. Mereka bisa menunjukkan karya, sekaligus menggerakkan ekonomi,” jelasnya.

Selama lima hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan beragam aktivitas, mulai dari pertunjukan kesenian, diskusi publik (FGD), hingga pameran interaktif. Bahkan, masyarakat yang memiliki benda pusaka seperti keris, juga bisa berkonsultasi langsung dengan ahlinya.

“Kalau punya keris atau benda pusaka, bisa dicek tangguhnya, cara merawatnya. Itu juga kita fasilitasi,” tambah Hanung.

BACA JUGA :  Penerbangan Perdana Semarang ke Karimunjawa Dilepas Ahmad Luthfi, Disambut Antusias oleh Masyarakat

Menariknya, seluruh rangkaian acara itu terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya. Pengunjung bisa datang dari pagi hingga malam untuk menikmati seluruh kegiatan.

“Gratis. Kita ingin masyarakat benar-benar menikmati budaya tanpa batas,” tegasnya.

Hanung membeberkan, tema pameran yaitu Rupa Warna Rasa Nusantara, Pangan dalam Jejak Budaya dari Warisan Leluhur Menuju Pangan Masa Depan. Dia pun mengajak masyarakat untuk meramaikan even itu, sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus mendorong ekonomi daerah.

“Yuk kita meriahkan bersama Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026,” ajaknya. (**)